September
September 2015 , jalanan Jakarta semakin padat saja dengan
kendaraan pribadi yang memenuhi jalanan. Angkutan umum sepertinya menjadi
barang langka jarang terlihat metromini atau kopaja jarang terlihat dan banyak
juga rute yang di tutup sementara tak di jangkau oleh bus way. Angkutan biru
telor asin mikrolet sepanjang jalan
ngetem mencari sewa/penumpang. Sepanjang pejalanan para pengojek online
beseliweran menjeput dan mengantarkan penumpang yang merindukan angkutan publik
yang lebih manusiawi. “Jakarta kalau tak macet tak indah” karena kemacetan
adalah keindahan Jakarta yang menadakan roda perekonomian berjalan. Kemacetan
karena angkutan publik yang efektif secara masal baru ada Comuter Line , Bus Way .
September ceria katanya sebuah lagu . bulan kesembilan di
tahun 2015 yap’s, September yang dengan berbagai peristiwa di bulan ini dilau
pun ini tel masa lampau. Pandangi langit malam begitu teduh tak Nampak hujan
walau pun sudah memasuki September yang katanya ber … hujan.
Tamparan lampu kendaraan bermotor begitu menyilaukan di
pinggir jalan duduk di trotoar sekelompok pemuda yang mengistirahatkan kuda
besinya , sambil bersantai menunggu yang lainya mungkin rombonganya tertinggal.
September angkutan publik makin langka
saat tengah malam tiba tak seperti dahulu .
September penuh dengan cerita lampau yang masih gelap. Di
mulai tanggal 7 September terjadi pembunuhan konspiratif terhadap aktivis HAM
Munir yang diracun secara keji, 12 September peristiwa TJ.Priok 1984, 23
September peristiwa Semanggi II dan 30 September peristiwa kejahatan
kemanusiaan terbesar yang menelan banyak korban jiwa dan harta dihampir semua
daerah di Indonesia.
Enam lima semenjak itu adalah Indonesia menjadi negri
penuh darah. Enam Perwira Tinggi Militer
Indonesia diculik dan kemudian dibunuh secara misterius. Peristiwa ini kemudian
menjadi titik tonggak perubahan transisi peralihan kekuasaan dari pemerintahan
Presiden Soekarno menjadi era Orde Baru dengan diangkatnya HM. Soeharto menjadi
presiden kedua Republik Indonesia di mulainya rezim otolitarian militeristik
orde baru yang terus baru hingga katanya zaman reformasi.
bajak kota








Tidak ada komentar:
Posting Komentar